BAB
1
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Definisi sehat menurut
kesehatan dunia (WHO) adalah suatu keadaan sejahtera
yang meliputi fisik, mental dan sosial yang tidak hanya bebas daripenyakit atau
kecacatan. Maka secara analogi kesehatan jiwa pun bukan hanyasekedar bebas dari
gangguan tetapi lebih kepada perasan sehat, sejahtera danbahagia (well being),
ada keserasian antara pikiran, perasaan, perilaku, dapatmerasakan kebahagiaan
dalam sebagian besar kehidupannya serta mampumengatasi tantangan hidup
sehari-hari. Penanganan pada klien dengan masalahkesehatan jiwa merupakan
tantangan yang unik karena masalah kesehatan jiwamungkin tidak dapat dilihat
secara langsung. Pada masalah kesehatan fisik yangmemperlihatkan berbagai macam
gejala dan disebabkan berbagai hal kejadianmasa lalu yang sama dengan kejadian
saat ini. Gejala yang berbeda mungkinbanyak muncul pada klien dengan masalah
kesehatan jiwa tidak dapatmenceritakan masalahnya bahkan mungkin menceritakan
hal yang berbeda dan kontradiksi.
Kemampuan mereka untuk berperan dan menyelesaikan masalah jugabervariasi
(Keliat, 2005).
Suatu
contoh adalah bunuh diri.Bunuh diri (suicide) merupakan salah satu bentuk
kegawat daruratan psikiatri. Meskipun bunuh diri adalah perilaku yang
membutuhkan pengkajian yang komprehensif pada depresi, penyalahgunaan NAPZA,
skizofrenia, gangguan kepribadian(paranoid, borderline, antisocial), suicide
tidak bisa disamakan dengan penyakit mental. Ada 4 hal yang krusial yang perlu
diperhatikan oleh perawat selaku tim kesehatan diantaranya adalah : pertama, suicide
merupakan perilaku yang bisa mematikan dalam seting rawat inap di rumah sakit
jiwa,