Minggu, 21 Desember 2014

Asuhan Keperawatan Resiko Bunuh Diri



BAB 1
PENDAHULUAN


1.1  Latar belakang
Definisi sehat menurut kesehatan dunia (WHO) adalah suatu keadaan sejahtera yang meliputi fisik, mental dan sosial yang tidak hanya bebas daripenyakit atau kecacatan. Maka secara analogi kesehatan jiwa pun bukan hanyasekedar bebas dari gangguan tetapi lebih kepada perasan sehat, sejahtera danbahagia (well being), ada keserasian antara pikiran, perasaan, perilaku, dapatmerasakan kebahagiaan dalam sebagian besar kehidupannya serta mampumengatasi tantangan hidup sehari-hari. Penanganan pada klien dengan masalahkesehatan jiwa merupakan tantangan yang unik karena masalah kesehatan jiwamungkin tidak dapat dilihat secara langsung. Pada masalah kesehatan fisik yangmemperlihatkan berbagai macam gejala dan disebabkan berbagai hal kejadianmasa lalu yang sama dengan kejadian saat ini. Gejala yang berbeda mungkinbanyak muncul pada klien dengan masalah kesehatan jiwa tidak dapatmenceritakan masalahnya bahkan mungkin menceritakan hal yang berbeda dan kontradiksi. Kemampuan mereka untuk berperan dan menyelesaikan masalah jugabervariasi (Keliat, 2005).

Suatu contoh adalah bunuh diri.Bunuh diri (suicide) merupakan salah satu bentuk kegawat daruratan psikiatri. Meskipun bunuh diri adalah perilaku yang membutuhkan pengkajian yang komprehensif pada depresi, penyalahgunaan NAPZA, skizofrenia, gangguan kepribadian(paranoid, borderline, antisocial), suicide tidak bisa disamakan dengan penyakit mental. Ada 4 hal yang krusial yang perlu diperhatikan oleh perawat selaku tim kesehatan diantaranya adalah : pertama, suicide merupakan perilaku yang bisa mematikan dalam seting rawat inap di rumah sakit jiwa,